Senin, 05 Oktober 2009

Flash Of Genius



-Lintasan Ide Brilian- "Based on True Story"

Terkadang munculnya penemuan-penemuan besar di dunia ini diawali sesuatu kejadian yang tidak disengaja. Banyak penemu yang menjadi penemu besar dikarenakan kesalahan dalam penelitian, namun menghasilkan penemuan baru. Di dalam buku Serendipity "penemuan-penemuan yang tidak disengaja" banyak sekali diceritakan kisah penemu-penemu yang mendapatkan hadiah nobel, justru penemuan mereka di dapat dari ketidaksengajaan.

Ketidaksengajaan ini bukan berarti menjadikan penemuan mereka menjadi tidak penting atau tidak berkualitas. Di sinilah keunikan penemuan ini. Di saat orang lain menganggap remeh lintasan-lintasan pemikiran mereka, para penemu ini justru menajamkan akalnya untuk mencerna dan terus menggali penemuan baru yang didasari oleh lintasan pemikiran tersebut.

Berawal dari ketidak sengajaan

Adalah seorang profesor yang sangat berdedikasi terhadap pengembangan ilmu dan mendidik anak-anak muda. Secara tidak sengaja, saat ia melihat ke cermin, ia melihat betapa canggihnya fungsi kerja matanya. Kemudian saat ia mengemudikan mobilnya di tengah hujan deras, ia teringat dengan fungsi kerja mata yang tidak berbeda dengan fungsi kerja kipas kaca depan mobil, hanya saja waktu itu (sekitar tahun 1940-an) kipas penghapus kaca digerakkan secara manual.

Ford Mobil, sebagai produsen mobil terbesar di Amerika terus melakukan penelitianuntuk menghasilkan sebuah kipas kaca yang dapat bekerja otomatis. Para peneliti ford kesulitan untuk menghasilkan alat yang tahan panas.

Nah, dari ide sederhana itulah profesor kearn melakukan penelitan kipas kaca mobil yang dapat bekerja secara otomatis. Setelah melakukan beberapa pengujian dan beberapa pengubahan bahan yang digunakan, ditemukanlah kipas penghapus kaca mobil.

Awal Masalah

Untuk memproduksi kipas penghapus kaca otomatis ini tentunya memerlukan modal yang tidak sedikit. Untuk itulah si profesor menggandeng pihak ketiga yang akan menjadi investor penemuannya. Dalam waktu yang singkat, profesor Kearn menemukan investor. Mereka berkomitmen untuk membantu Prof Kearn dan menjadikan produk penemuan professor ini sebagai kipas penghapus kaca mobil terlaris di Amerika. Bagaimana mereka bisa begitu yakin, karena Ford belum menemukannya.

Untuk mendapatkan ikan besar, kita perlu jarring yang besar pula. Untuk itulah Prof Kearn dan teman-temannya berkunjung ke Ford untuk mengajak bekerja sama. Awalnya Ford setuju dengan klausul kontrak yang dibuat diawal. Produksi dimulai. Namun di tengah produksi Ford tiba-tiba memutuskan kontrak. Ada apa gerangan? Banyak alasan yang dikeluarkan Ford. Intinya mereka ingin menguasai penemuan ini sendiri dan mengatakan pada dunia bahwa merekalah penemunya.

Perjuangan mendapatkan hak

Prof Kearn terus berusaha untuk mendapatkan haknya sebagai penemu kipas penghapus kaca dari Ford. Namun, keluarga dan teman-temannya menyarankan untuk tidak terus menuntut. Biarkan saja, toh dia (Prof Kearn) tidak menjadi hina dengan penemuan itu.

Bagaimanapun juga aku harus mendapatkan kembali hakku yang di curi oleh Ford. Itu yang dikatakan pada hatinya. Bertahun-tahun ia mencoba, sampai ia di katakana orang gila. Ia kehilangan istri, anak-anaknya meninggalkannya dan ia hidup sendiri. Di perjalannya memperjuangkan haknya, ada pihak yang bersimpati dengan ingin membantu, namun ujung-ujungnya duit. Saat Ford menawarkan damai dengan sejumlah uang (tawaran Ford dimulai 200ribu dolar di tahun 1940-an hingga satu juta dolar.). Apakah Prof Kearn bergeming? Ternyata tidak.

Ia seakan ingin mengajarkan kepada kita bahwa dalam hidup kita harus jujur. Jujur kepada diri sendiri dan kepada orang lain. Terserah penilaian orang kepada kita bagaimana namun, jangan sampai akhirnya kita menerobos batas-batas yang telah dibangun hati nurani ini.

Setelah bertahun-tahun tidak ada pengacara yang mau membelanya di pengadilan. Prof Kearn memutuskan untuk mempelajari hukum secara otodidak dan menjadikan dirinya sendiri sebagai pembelanya di pengadilan.

Akhirnya

Agak lucu juga menyaksikan orang yang membela diri sendiri di pengadilan. Namun, tidak ada jalan lain yang dapat ditempuh. Hanya itu satu-satunya cara dan hakim telah mengizinkan Prof Kearn untuk membela dirinya sendiri. Setelah beberapa kali sidang di gelar, akhirnya juri memberikan kemenangan atas Prof Kearn. Artinya Prof Kearn kembali berhak atas penemuannya yang telah dicuri oleh Ford.

Satu pelajaran lain, jangan pernah menyerah walau orang-orang besar dan kuat menghalangi. Karena TUHAN yang Maha Kuasa bersama dengan kita.

Rabu, 30 September 2009

Tentang Mimpi

- SOMEWHERE OVER THE RAINBOW -


Somewhere, over the rainbow, way up high.
There's a land that I heard of Once in a lullaby.
Somewhere, over the rainbow, skies are blue.
And the dreams that you dare to dream
Really do come true.
Someday I'll wish upon a star and wake up where the clouds are far Behind me.
Where troubles melt like lemon drops, Away above the chimney tops.
That's where you'll find me.
Somewhere, over the rainbow, bluebirds fly. Birds fly over the rainbow,
Why then - oh, why can't I?
If happy little bluebirds fly beyond the rainbow,
Why, oh, why can't I?

Senin, 28 September 2009

We Are Marshall


“Selalu ada cara untuk memulai”

-Based on true story-

Judul di atas adalah judul sebuah film tentang tim football Amerika (Marshall Univesity/ MU). Film ini di awali dengan kekalahan tim MU dengan tim lain di kandang tim tersebut. MU menjadi tamu dalam pertandingan ini. Namun, uniknya meraka pulang dengan kepala tegak.

Di sini drama itu dimulai, saat akan mendarat ke bandara kota Huntington, Virginia, pesawat tiba-tiba terbakar dan akhirnya meledak dan jatuh tidak jauh dari bandara. Para pendukung MU yang sedang menantikan timnya kembali, berlarian menuju bandara guna memastikan bahwa perikiraan mereka adalah salah. Namun, apa hendak dikata, ternyata pesawat yang jatuh adalah pesawat yang membawa tim kesayangan mereka. Seluruhnya tewas, ada 75 orang dalam pesawat itu, mereka adalah pemain, pelatih dan pendukung yang berada di satu pesawat.

Malam itu, seperti mimpi yang tidak pernah mereka harapkan hadir dalam kesunyian. Orang-orang yang mereka kasihi, orang-orang yang mereka cintai harus mendahuluinya. Hari itu dikenang sebagai hari berkabung kota itu. Kejadiannya sekitar tahun 1970.

Adalah sulit bagi mereka yang terlibat secara fisik dan emosional dengan tim ini untuk akhirnya dapat menerima kenyataan bahwa tim itu telah hilang. Hanya tersisa empat orang yang tidak ikut serta dalam pertandingan itu karena cidera. Sehingga muncul ide dari pimpinan universitas dan dewan kota untuk menutup program beasiswa bagi tim football di universitas itu.

Sebagai catatan, Football (atau sepakbola Amerika atau Rugby) adalah olahraga dengan kasta tertinggi di Amerika. Mereka yang masuk ke dalam tim football adalah orang-orang pilihan yang secara otomatis akan meningkatkan derajat hidup diri dan keluarganya.

Namun, selalu ada cara untuk memulai.

Keinginan untuk membangun tim football kembali hadir dari seluruh elemen mahasiswa kampus Marshall university. Mereka meminta pimpinan universitas dan dewan kota untuk menerima permintaan mereka membentuk tim kembali. Perlu diingat, tim MU tinggal menyisakan 4 orang pemain dan seorang asisten pelatih. Asisten pelatih ini tidak ikut dalam rombongan karena ada tugas “scouting” yang ia kerjakan setelah pertandingan terakhir MU.

Langkah pertama yang dilakukan adalah mencari pelatih. Hampir tidak ada pelatih yang mau menerima tugas menangani tim yang baru saja hancur dan masih meninggalkan trauma yang mendalam. Tidak hanya civitas akademika namun juga seluruh masyarakat kota itu ikut larut dalam kesedihan kehilangan tim mereka.

bersambung

Kamis, 24 September 2009

Empat

Jejakku terpahat di sini
Buih-buih menjilat pasir
Menggores labirin kenangan
: kelak kukembali!

(Tias Tatanka/ Labirin Lazuardi)

Tiga

Terjebak arus putaran waktu
Mengerdilkan jiwa lelakiku
Terasing

Bila labirin berhenti
Atau
Menantiku letih?

Air mata ibuku bagai titik
Hujan yang menaungi sunyi
Kepal tangan bapakku bagai
Sayatan luka sekujur waktu

(Tias Tatanka/ Labirin Lazuardi)