Antara Lebah dan Lalat

Kita semua tentu pernah melihat lebah dan juga pernah melihat lalat. Kedua binatang ini memiliki persamaan dan juga memiliki perbedaan. Persamaannya adalah kedua hewan ini memiliki sayap, artinya ia menggunakan sayapnya untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Sama-sama bertubuh mungil, sama-sama masuk golongan hewan serangga, dan ada beberapa persamaan lain yang akan kita temui di kedua mahluk ini. Perbedaan diantara dua hewan ini juga banyak, satu perbedaan yang mendasar di antara keduanya adalah kontribusi mereka kepada lingkungannya.

Kita semua tahu bahwa lebah adalah hewan yang mengambil sari bunga untuk dijadikan madu. Artinya yang diambil dan diolah oleh lebah adalah bahan yang baik. Kemudian lebah juga memakan madu, artinya apa yang ia makan adalah sesuatu yang baik pula. Dan yang mereka keluarkan adalah madu untuk manusia, yang kita ketahui bersama, madu adalah obat dari banyak penyakit. Jadi, lebah adalah hewan yang memakan yang baik, mengumpulkan sesuatu yang baik, dan mengeluarkan yang baik.selain itu, di mana ia hinggap tidak ada dahan yang patah. Artinya hidup lebah penuh manfaat bagi lingkungannya. Banyak pihak yang diuntungkan dengan adanya lebah.

Lain halnya dengan lalat. Seperti kita ketahui bersama, lalat adalah hewan yang banyak tinggal atau hidup di tempat yang kotor. Ia makan, hinggap dan mengumpulkan yang kotor. Apa yang keluar dari dirinya adalah penyakit. Bukan berarti tidak ada manfaat dari lalat, kita tidak melihat sisi itu sekarang. Kita hanya melihat dari sisi masukan dan keluaran dari hewan lebah dan lalat. Itulah lalat, apa yang ia makan adalah bahan yang kotor, ia senang tinggal di tempat yang kotor, dan kebanyakan ia membawa banyak penyakit dan menyebarkan penyakit itu ke lingkungan lain. Kadang ia menjadi masalah di satu tempat.

Itulah kedua hewan lebah dan lalat yang Allah berikan sebagai pelajaran untuk kita manusia. Kedua hewan ini sudah memberikan bukti bahwa apa yang kita makan akan di mana kita tinggal, apa yang kita kumpulkan. Kesemua itu akan membentuk diri kita sebenarnya. Apa yang keluar dari diri kita adalah cerminan dari apa yang kita makan dan lingkungan kita. Kadang juga kita sering tidak sadar kalau kita sudah menjerumuskan diri kita menjadi seperti lalat. Hidup di tempat yang kotor, makan-makanan yang kotor (haram), sehingga buah pikiran atau tindakan kita akan kotor pula..

Perlu ada koreksi diri kita masing-masing. Sudahkah kita menjadikan diri kita seperti lebah. Atau kita justru lebih mirip lalat. Itu semua kita yang menentukan, bukan siapa-siapa. (16-17 nov 2006, pukul 23.38-00.03)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar