Menikmati Demokrasi (Anis Matta)

“yang berlaku di sini bukan hukum benar salah, tapi hukum legalitas, sesuatu itu harus legal walaupun salah. Dan sesuatu yang benar tetapi tidak legal adalah salah. Begitulah aturan main demokrasi karena itu, masyarakat demokrasi cenderung bersifat eufemistis, longgar dan tidak mengikat.” (hal, 33)

Ini adalah sebagian dari isi tulisan “menikmati demokrasi” yang juga merupakan judul kumpulan tulisan dari M. Anis Matta. Ketika membaca karya-karya anis matta, kita akan diberikan sebuah sudut pandang yang berbeda dari biasanya. Namun tetap memiliki “misi” yang jelas dalam “menggiring” pikiran masyarakat menuju pemikiran yang “islami”.

Menikmati demokrasi adalah salah satu dari banyak kumpulan tulisan yang telah diterbitkan. Memang, buku-buku anis matta hanya merupakan kumpulan tulisan di media massa. Disamping tema-tema lain yang sangat spesifik.

Dalam buku ini, mencoba menjelaskan bagaimana kita (baca: agen dakwah) membaca situasi, kemudian memanfaatkan situasi guna memenangkan dakwah itu sendiri. Secara runut dan terperinci, anis matta menuliskan strategi-strategi yang dapat kita lakukan untuk memanfaatkan demokrasi (pada awalnya) guna mencapai kemenangan dakwah (pada akhirnya).

Strategi-strategi itu tertuang seperti pada paragraf, “Yang kemudian harus kita lakukan adalah bagaimana mengintegrasikan kebenaran dengan legalitas. Bagaimana membuat sesuatu yang salah dalam pandangan agama, menjadi tidak legal dalam pandangan hukum positif. Secara terbalik, itu pulalah yang dilakukan para pelaku kejahatan. Para mafia narkoba harus mencuci uang agar bias menjadi hak milik yang legal.” (hal 33)

Selanjutnya, “Maka, penetrasi kekuasaan dalam Negara demokrasi harus dilakukan dengan urutan-urutan begini. Pertama, menangkanlah wacana public agar opini public berpihak kepada kita. Inilah kemenangan pertama yang mengawali kemenangan-kemenangan selanjutnya. Kedua, formulasikan wacana itu ke dalam draft hukum untuk dimenangkan dalam wacana legislasi melalui lembaga legislative. Kemenangan legislasi ini menjadi legitimasi bagi Negara untuk mengeksekusinya. Ketiga, pastikan bahwa para eksekutif pemerintah melaksanakan dan menerapkan hukum tersebut.” (hal 33)

Anis matta mencoba membaca realitas kemudian menyusunnya dalam kerangka strategi untuk memenangkan dakwah. “Ada kebebasan yang kita nikmati bersama, tapi ada cara tersendiri untuk menghancurkan kemungkaran dengan penetrasi kekuasaan Negara. Anggaplah ini sebagai seni yang harus dikuasai para politisi dakwah sekarang.” (hal 34)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar