Showing posts with label Sajak. Show all posts
Showing posts with label Sajak. Show all posts

Tentang Mimpi

- SOMEWHERE OVER THE RAINBOW -


Somewhere, over the rainbow, way up high.
There's a land that I heard of Once in a lullaby.
Somewhere, over the rainbow, skies are blue.
And the dreams that you dare to dream
Really do come true.
Someday I'll wish upon a star and wake up where the clouds are far Behind me.
Where troubles melt like lemon drops, Away above the chimney tops.
That's where you'll find me.
Somewhere, over the rainbow, bluebirds fly. Birds fly over the rainbow,
Why then - oh, why can't I?
If happy little bluebirds fly beyond the rainbow,
Why, oh, why can't I?

Empat

Jejakku terpahat di sini
Buih-buih menjilat pasir
Menggores labirin kenangan
: kelak kukembali!

(Tias Tatanka/ Labirin Lazuardi)

Tiga

Terjebak arus putaran waktu
Mengerdilkan jiwa lelakiku
Terasing

Bila labirin berhenti
Atau
Menantiku letih?

Air mata ibuku bagai titik
Hujan yang menaungi sunyi
Kepal tangan bapakku bagai
Sayatan luka sekujur waktu

(Tias Tatanka/ Labirin Lazuardi)

Dua

Siapa duga namamu tertuang di sini
Di lautan sepiku kau kembara
Di batas sunyiku berteduhmu
Sementara aku mengamati di rimbun ilalang

Kenakan jubahmu
Atau berdianglah di kayu terbakar
Mendengar malam mengurai cerita
Menghanguskan sepi dan air mata puisi

Berartikah teduhku?
Begitu kau luruh dalam hidup
Rinduku mulai tumbuh

(Tias Tatanka/ Labirin Lazuardi)

Morning has Broken (Cat Stevens/ Yusuf Islam)

Morning has broken, like the first morning
Blackbird has spoken, like the first bird
Praise for the singing, praise for the morning
Praise for the springing fresh from the word

Sweet the rain's new fall, sunlit from heaven
Like the first dewfall, on the first grass
Praise for the sweetness of the wet garden
Sprung in completeness where his feet pass

Mine is the sunlight, mine is the morning
Born of the one light, Eden saw play
Praise with elation, praise every morning
God's recreation of the new day

I

Nocturno

kubiarkan cahaya bintang memilikimu
kubiarkan angin yang pucat
dan tak habis-habisnya gelisah
tiba-tiba menjelma isyarat merebutmu
entah kapankah bisa kutangkap…

(sapardi djoko damono)

I

Sajak Desember

kutanggalkan mantel serta topiku yang tua
ketika daun penanggalan gugur
lewat tengah malam. kemudian kuhitung
hutang-hutangku pada-Mu


mendadak terasa: betapa miskinnya diriku;
di luar hujan pun masih kudengar
dari celah-celah jendela. ada yang terbaring
di kursi letih sekali


masih patutkah kuhitung segala milikku
selembar celana dan selembar baju
ketika kusebut berulang nama-Mu; taram
temaram bayang, bianglala itu


sapardi djoko damono 1961


Satu

Mengingat lintasan pun

memerihkan

luka lama derita

berputar

terombang-ambing

larut.

berjuang untuk menang

hingga desah terakhir

atau 

berhenti di sini

menjadi

tampa arti

(tias tatanka)

Rumah Kita

Aku taburkan rumput di halaman belakang

di antara pohon lengkeng dan mangga

sudah tumbuhkah bunganya?

Aku ingin menaburkan sajak di jalan setapak

di seberang istana merpati yang tak pernah terkurung

karena aku dan kamu selalu ingin melayang jauh

melihat angkasa dan bintang-bintang

dari atap rumah kita

Aku akan ceritakan kelak

pada anak-anak tentang matahari, bulan, laut,

gunung, pelangi, sawah, bau embun, dan tanah,

Aku ajari anak-anak mengerti hijau rumput 

warna bunga dan suara.

(Tias Tatanka)