Showing posts with label aku. Show all posts
Showing posts with label aku. Show all posts

Sedekah = menggerakkan ekonomi

barusan saya baca sebuah kalimat dari bung ippho santosa tentang sedekah, beliau mengatakan bahwa 

sedekah itu bisa menggerakkan roda ekonomi, contohnya begini, misalkan kita memberikan sedekah ke pengemis, kemudian pengemis itu membeli nasi dari uang sedekah kita, otomatis si penjual nasi mendapatkan pembeli (yaitu pengemis), si penjual nasi membeli beras, sayur dan lauknya di pasar, pedagang di pasar ikut kebagian rejeki dan seterusnya dan seterusnya. tidak peduli ketika bersedekah itu si pemberi sedekah ikhlas atau tidak...

iya juga ya,...?

tidak peduli si pemberi sedekah mau ikhlas atua tidak, efek ini akan tetap berlangsung. apalagi jika kita ikhlas dan beriman...wow, efeknya tidak hanya di bumi, bahkan di akherat. 

dan menurut penelitian sejak ribuan tahun yang lalu, bahwa tidak ada satupun orang yang rajin sedekah kemudian hartanya habis dan ia jatuh miskin. yang ada adalah kekayaannya justru terus bertambah dan bertambah. sudah banyak bukti tidak perlu saya tuliskan lagi di sini.

percaya atau tidak, sedekah itu menggerakkan roda ekonomi.

ohya satu lagi, ustadz didin hafidudin mengatakan, potensi zakat umat muslim di indonesia, itu lebih besar dari APBN negeri ini...wow....

belajar sedekah yuk...mumpung ramadhan

salam

wawancara kerja : ceritakan tentang diri anda

biasanya pertanyaan ini diajukan untuk mereka yang sedang wawancara kerja. biasanya mereka yang tadinya sudah percaya diri, mendengar pertanyaan ini kebanyakan dari mereka langsung mengalami demam panggung.

banyak orang gugup, tiba-tiba lidahnya kelu, kenapa ya?? apa karena kita tidak pernah menceritakan tentang diri kita kepada orang lain, atau terlalu banyak hal yang ingin kita ceritakan kepada orang lain sampai-sampai kita bingung memulainya darimana...

katanya, kalo wawancara kerja, jawaban untuk pertanyaan ini singkat, padat, dan dapat menunjukkan karakter dan kelebihan kita.

terkadang kita terpancing untuk merendah, menghiba, atau curhat dalam cerita kita... menurut saran juga sih, sebaiknya ceritakan hal-hal positif...

misalnya:

Nama saya Bag Kinantan, saya anak pertama dari empat bersaudara, lahir di lampung hingga SMA, kemudian merantau ke Medan untuk Kuliah di Universitas Sumatera Utara, sejak SMA saya aktif di organisasi, mulai dari Remaja Masjid, Rohis, OSIS dan lain-lain, dikampus saya juga aktif di beberapa organisasi mahasiswa, seperti KAMMI sebagai kepala departemen, Sekretaris Jendra di Senat Mahasiswa, Koordinator Laboratorium Proses Manufaktur FT USU, dan lain-lain. saya memiliki hobi Membaca, Menulis, Travelling dan olahraga. tulisan-tulisan pribadi saya berupa review buku, film, tempat wisata, dan kuliner, saya bagikan di sebuah blog pribadi yang saya kelola. di bidang olah raga, selain sebagai pemain, saya juga pernah menjadi manajer tim basket dan futsal di kampus saya.


kira-kira seperti itu

sarjana, wiraswasta, tidak sarjana

orang-orang yang memiliki ijazah sarjana, biasanya memiliki banyak pilihan untuk bekerja dan biasanya menjadi pengusaha menjadi pilihan terakhir, bahkan ada sebagian yang gak kepikiran sama sekali untuk punya usaha sendiri...

ada untungnya juga yang tidak memiliki ijazah sarjana, kalo mau hidup jadi wiraswasta, gak terlalu jadi beban...hehehe

yang istimewa, punya ijazah sarjana, tapi membangun usaha sendiri juga...

kira-kira kamu termasuk yang mana kawan??

sarjana atau tidak sarjana

untuk mu

Aku mencatat dan menyimpannya
di dalam hatiku,
suatu hari nanti,
jika tak ada halangan,

kan kuberikan ia satu persatu untukmu.

Hobi kamu apa?

pa hobi anda?

saya senang membaca..

membaca apa?

biasanya saya membaca tentang pengalaman hidup orang lain (yang sudah sukses tentunya) semacam biografi atau yang tertulis di blog...

mengapa?

mereka telah meniti jalan yang mengantarkan mereka menemukan keberhasilan dalam hidup, tentunya kita bisa mengambil pelajaran agak dapat menemukan sukses kita sendiri, dengan pengalaman-pengalaman mereka

selain itu?

menulis...

menulis apa??

menuliskan apa yang sudah saya baca tadi, karena dengan itu saya yakin bahwa ilmu atau ingatan saya tentang apa yang sudah saya baca tidak akan hilang, seperti di katakan Ali bin abi thalib, bahwa, ikatlah ilmu dengan menuliskannya...
selain itu, saya juga memiliki tanggung jawab untuk berbagi apa yang saya ketahui kepada orang lain...karena saya tidak mungkin berbicara dengan semua orang, untuk itu saya ceritakan melalui tulisan yang dapat dibaca oleh banyak orang...
menulis itu...menembus ruang dan waktu...

jika kau tahu umurmu pendek...maka panjangkan ia dengan tulisan...

4 Tahun

Selamat....
Tidak terasa, ternyata blog ini sudah berusia 4 tahun, sebuah pencapaian pribadi yang luar biasa.

saya merasa masih banyak sekali kekurangan yang saya buat, tulisan-tulisan yang ada diblog ini masih berkutat pada pemikiran-pemikiran pribadi bukan membicarakan ide atau gagasan. seperti kita tahu bersama bahwa orang yang kerdil adalah orang yang hidup hanya untuk dirinya, atau bahan pembicaraannya selalu bermuara kepada dirinya, bahwa saya yang begini, saya yang begitu.... sedangkan orang Besar adalah mereka yang membicarakan GAGASAN atau IDE... semoga kehadiran blog ini dapat menjadi sarana pembelajaran untuk saya agar dapat menjadikan blog ini sebagai sumber diskusi IDE dan GAGASAN perbaikan untuk diri dan bangsa ini...

saya mohon maaf jika hadirnya blog ini belum mampu memuaskan dahaga kawan-kawan, saya berdoa agar sekiranya saya tetap diberi kesehatan dan kemampuan untuk terus menulis dan berbagi ide yang baik untuk kebaikan kita bersama.

semoga kehadiran kami memberi arti dan bermanfaat untuk kawan-kawan

terimakasih

kami yang masih belajar

tim www.boemikoo.blogspot.com



Passion


Dalam sebuah status di Facebook. teman saya seorang trainer menuliskan, bahwa seseorang dikatakan memiliki passion dalam pekerjaannya jika:


  1. Senang banget atau tidak dengan pekerjaan anda saat ini?
  2. Saat sedang mengerjakan pekerjaan itu, apakah anda sampai lupa waktu, lupa makan, lupa mandi bahkan lupa sama hutang??
  3. Kalau sekiranya nanti anda tidak di 'gaji' dalam pekerjaan tadi, apakah anda akan berDEMO???


jika jawaban pertanyaan 1 dan 2 di atas adalah YA, dan jawaban dari pertanyaan ke 3 adalah TIDAK, maka dapat dikatakan bahwa anda memiliki passion dalam pekerjaan anda.

Apa sih passion itu?

menurut definisi dari kamus dikatakan bahwa kata passion adalah a strong feeling or emotion atau  the trait of being intensely emotional  dalam bahasa indonesia kurang lebih maknanya adalah sebuah perasaan yang kuat atau sangat emosional 

Dalam beberapa seminar motivasi kata-kata passion termasuk yang paling sering di ulang-ulang oleh pemateri, karena begitu pentingnya kata ini sehingga banyak motivator mengatakan bahwa untuk sukses anda harus memilik passion yang kuat atas apa yang anda kerjakan.

Passion inilah yang akhirnya akan memberikan kita dorongan lebih untuk terus "bersabar" di jalan yang kita pilih dalam hidup ini, dalam bahasa saya, passion memberi kita kesabaran yang berlapis-lapis.

Apapun peran yang kita ambil, passion mengambil peranan penting untuk menjaga kesinambungan 'semangat' dalam melangkah. Apakah kita memilih untuk menjadi pengusaha atau meniti karir di sebuah perusahaan, jika ini berkait tentang pekerjaan.

jadi, tiga pertanyaan di atas, ada baiknya anda tanyakan kepada diri anda, apakah jawabannya seperti jawaban di atas? jika sama, maka selamat, mungkin anda telah memiliki passion dalam pekerjaan anda.

Jangan Ngutang *syarat dan ketentuan berlaku

Jangan Ngutang

*) Syarat dan ketentuan berlaku

Sebaiknya dan berusahalah sekuat tenaga untuk tidak terjebak dalam 'hutang'. Sejak pertama sekali kita memakan uang hutangan, biasanya kita akan terus-menerus menjadi 'budak hutang' itu. Ini merupakan bagian dari kisah hidupku yang menyedihkan, dan saya berharap kawan-kawan jangan terjebak dengan apa yang menimpa saya. saya memang tidak akan lari dan saya akan membayar semua hutang saya, itu sudah menjadi janji. namun, sungguh-sungguh tidak mengenakkan hidup dibawah bayang-bayang hutang.

jadi tidak boleh berhutang??
diatas katanya ada syarat dan ketentuannya...

menurut heppy trenggono, seorang pengusaha yang telah berhasil keluar dari jerat hutang, memberikan syarat. jika anda ingin berhutang, maka :

- hutang itu harus mampu melunasi dirinya sendiri. uang hutangan itu harus mampu membayar dirinya sendiri, bukan kita yang bersusahpayah membayarnya.

kok??

begini...misalnya kita ngutang buat usaha/ bisnis..sebelum kita memutuskan untuk mengambil hutang itu, kita harus sudah punya perencanaan seberapa besar 'gain' yang didapat dari bisnis itu...dari keuntungan itu, mampukah si bisnis tadi (keuntungan) melunasi hutang pokoknya + bunga?? kalo mampu dan masih bersisa dan cukup untuk kebutuhan hidup itu tandanya si hutang adalah hutang baik (good debt)

lalu jika sebaliknya, si hutang yang kita pakai untuk bisnis tidak mampu melunasi dirinya sendiri...maka sebaiknya tidak kita ambil, karena si hutang tergolong hutang yang buruk (bad debt)

apalagi hutang yang akan digunakan untuk kegiatan yang sifatnya konsumtif, seperti buat jalan-jalan, untuk pesat pernikahan, untuk beli pakaian..pokoknya digunakan untuk membeli barang atau kegiatan yang sifatnya hanya konsumsi dan tidak menghasilkan keuntungan secara materi, sebaiknya jangan menggunakan uang hutangan...

itu semua sih hanya masukan...semuanya kembali kepada anda,...saya hanya berbagi sedikit pengalaman saya pribadi...asli gak enak punya hutang...

makan tak enak, tidurpun tak nyenyak...

biasa vs digital

Beberapa waktu belakangan ini, intensitas saya membaca jauh berkurang. entah mengapa? begitu juga dengan intensitas saya membeli buku, sangat jauh berkurang di bandingkan zaman ketika saya kuliah dulu.
Kemarin saya mencoba untuk merenungi masalah ini. pada akhirnya saya menemukan bahwa, menurunnya intensitas membaca buku atau membeli buku salah satunya disebabkan karena pertemanan saya dengan dunia digital yang membuat saya tetap membaca atau menulis namun dalam dunia digital, lebih spesifik lagi di dunia maya. 

Saya tidak menyalahkan hadirnya atau berkembangnya dunia digital seperti saat ini, hanya saja saya pribadi merasa (hanya untuk pribadi saya, tidak tahu untuk orang lain) ada kegiatan-kegiatan saya yang cukup ber'kualitas' seperti membaca buku tadi, menjadi tereduksi dengan hadirnya kemudahan dari zaman digital saat ini. memang, saya tetap membaca, namun ternyata, membaca langsung dari buku, itu jauh sekali rasanya dibandingkan membaca versi ebook/ versi digitalnya. bagi yang punya hobi membaca buku pasti akan merasakan perbedaan itu. 

ya, saat membaca buku, saya merasa begitu bebas, pikiran saya bebas melayang-layang menyelami imajinasi yang terbentuk dari kata-kata yang masuk ke mata dan di olah oleh otak saya, kemudian saya juga dapat mengubah posisi duduk saya menjadi lebih santai atau mungkin sambil tidur-tiduran. dan kebebasan seperti inilah yang tidak saya dapatkan ketika aktivitas membaca tadi dilakukan dengan menggunakan versi digital. 

tapi semua itu kembali lagi ke individunya, kalo saya pribadi lebih enak baca buku versi asli bukan versi digital, selain lebih nyaman saya juga merasa lebih mudah memahami pesan yang di bawa oleh si penulis di dalam buku tersebut.

kalo kamu gmana kawan??

Belajar Bisnis

berbisnis itu seperti berenang. kalo anda ingin pandai di dalamnya,maka anda harus "masuk" dan berbasah-basahan bersamanya. saat saya memutuskan untuk menggeluti profesi dalam dunia bisnis (ah...terlalu berat istilah bisnis, usaha aja deh), maka tidak ada kata lain saya harus total di dalamnya. sehingga semua perkembangan, naik turunnya, manis dan pahitnya, semuanya...bisa saya rasakan langsung dan saya banyak belajar darinya.

sedikitnya pengetahuan tentang dunia usaha, membuat saya sering jatuh. sudah beberapa jenis usaha saya coba, ada yang berhasil, namun banyak juga yang gagal. sedikit di antara usaha yang pernah saya geluti, antara lain : 

  • usaha tanaman singkong, sekitar 2000 meter, rugi, sampai 50% dari investasi
  • usaha budidaya lele, rugi juga dari 1500 ekor yang bisa di panen hanya kurang dari 100 ekor
  • usaha rental komputer, karena di kerjakan sendiri, ada dapat tapi tidak banyak -ditutup-
  • usaha jual komputer (beli dari toko besar, jual lagi di daerah), gak jalan juga, hanya mampu menjual 2 unit komputer, -ditutup-
  • usaha digital printing (pin dan id card), sempat jalan dan menuai beberapa order, namun mati juga 
  • usaha konveksi karena kita hanya makelar, maka sampai hari ini masih berjalan, alhamdulillah sudah punya pelanggan di beberapa kota, Lampung, Medan, Padang dan sekitarnya.
  • usaha jamur tiram, usaha yang paling lama di geluti, di seriusi dan sudah dapat banyak hasil, karena pindah tempat tinggal, usaha juga  di bawa pindah, masih jalan dan coba dikembangkan di kota yang baru
  • usaha makanan olahan jamur tiram, masih uji coba produk.
  • usaha makanan ringan 'opak singkong' sedang berjalan, memberdayakan ibu-ibu rumah tangga yang tidak ada pekerjaan selain di rumah
  • usaha minyak wangi, bantu modali usaha kawan yang menjual minyak wangi
  • usaha Bros, bantu menjual produk dari kawan
  • usaha TUPPERWARE, hehehe,...ini mah bantu-bantu istri jualan

Walau sudah mengeluti dunia usaha hampir 3 tahun, saya masih harus banyak belajar bagaimana membangun usaha yang bersistem, sehingga dapat berjalan sendiri tanpa ada si pemiliknya, namun tetap dengan prinsip modal kecil, untung...lumayan banyak...hahaha


kalo kamu, gimana??

salam

agaknya ada benarnya juga

kita mungkin pernah menyaksikan iklan sebuah produk 'KB' di televisi

-sebelum nikah-
kapan nikah...?

-setelah nikah-
kapan mau punya anak...?

-setelah punya anak-
kapan ya, kamu dapat adik...? (sambil gendong si anak)

dalam kehidupanku, pertanyaan itupun hadir. dahulu sebelum aku menikah, banyak pertanyaan tentang "kapan nikahnya...?", aku pikir setelah menikah pertanyaan-pertanyaan menyeldik itu segera berakhir, namun ternyata aku salah, pertanyaan berikutnya hadir, "udah isi belum?" (maksudnya, istriku sudah hamil belom?). kadang aku ternyum sendiri mengenang itu. Istrikupun sering mengatakan, "dulu belum nikah nanya kapan nikah, sudah nikah nanyanya udah isi belom." aku tersenyum dan ku katakan pada istriku bahwa pertanyaan-pertanyaan itu adalah suatu yang lumrah dan memang seperti itu urutannya...hehehe

ah...aku punya jawaban sendiri saat di tanya, "sudah isi belom?" kukatakan, "kami masih seneng pacaran." hehe, memang sejak dulu aku belum pernah pacaran, begitupun istriku, jadi setelah kami menikah, yah...bisa dikatakan kami menikmati masa-masa pacaran kami yang sengaja kami tunda sampai akhirnya kami menikah.

ya, tapi sebenarnya memang, semua itu urusan Allah, mau cepat 'isi' atau lambat itu semua kuasa Allah. Kita hanya menjalani saja, biarkan Dia yang menentukan yang terbaik buat kita. karena Dialah yang paling tau yang terbaik dalam hidup dan kehidupan kita. nikmati dan syukuri apa yang ada hari ini. gitu kan?

ada kah?

adakah kau menyesal...?
saat usahamu tak berbuah keberhasilan...?

adakah kau menyesal...?
saat inginmu tak kunjung kau dapatkan...?

adakah kau menyesal...?
saat cintamu tak kunjung bersambut..?

adakah kau menyesal...?
saat semuanya hilang tak berbekas...?

adakah kau menyesal...?
saat semuanya pergi meninggalkanmu...?

adakah kau menyesal...?

aku rasa tidak!

Tentang Orang Tua

kenapa ya...?

pertanyaan sederhana yang baisa hadir dalam pikiran kita, saat sering kali komunikasi kita menjadi mentah saat berbenturan pendapat dengan orang tua kita. sering aku menemukan, teman-teman yang memiliki keinginan setelah mereka menyelesaikan pendidikan tingginya, seperti pekerjaan seperti apa yang ingin mereka tekuni. sering kali orang tua masih saja mencoba untuk mencampuri pilihan-pilihan anaknya. 

salah kah?

aku rasa tidak, karena bagaimanapun orang tua tetap memiliki hak atas hidup anaknya. mereka tetap menginginkan akhir yang baik bagi kehidupan anak-anaknya. itulah sebabnya mereka seperti sangat 'mencampuri' urusan anaknya mulai dari sekolah, jodoh, hingga pekerjaan.

namun, sebagai orang tua juga, setidaknya mereka juga mulai membuka mata, bahwa perputaran waktu sudah sangat jauh sekali. masa lalu yang mereka lalui, sudah sangat berbeda dengan apa yang dihadapi anak-anaknya. tentunya, sang anak harus tetap mengomunikasikan pilihan-pilihan hidupnya kepada orang tuanya. satuhal yang harus hadir dalam pikiran kita sebagai anak adalah orang tua kita menginginkan yang terbaik bagi kehidupan kita. 

intinya tetap komunikasi yang baik antara kedua pihak akan memunculkan kesimpulan yang baik pula. setidaknya aku sudah pernah melewati masa-masa diskusi yang hangat dengan orang tua saat mengomunikasikan pilihan hidupku sebagai seorang pengusaha. dan biasanya, diskusi akan macet saat bicara masalah pekerjaan masa depan si anak, jika si anak sudah sarjana...biasanya orang tua akan bersikukuh menyuruh anaknya untuk menjadi pegawai. aku pikir itu hal yang wajar dan kita sebagai anak jangan terbawa emosi, seperti dikatakan istriku, "kita hanya perlu membuktikan bahwa pilihan hidup kita ini tidak salah selama kita bertanggungjawab penuh atas pilihan itu dan tidak menyalahkan orang lain saat pilihan itu tidak berjalan dengan mulus."

salam!

Tentang Berbicara di Depan Publik

Hari ini, Jum'at 24 Juni 2011, aku dan seorang temanku, Iqbal, kami berdua sholat jum'at di Masjid Aceh Sepakat Medan. Protokol membacakan bahwa yang menjadi Khotibnya adalah seorang Doktor.

Dalam pikiranku, ah...paling khotbah kali ini akan biasa-biasa saja seperti yang selama ini ku saksikan. 

Sang khotib mengawali khotbah dengan perlahan, disitir beberapa ayat al qur'an dan tanpa basa-basi langsung masuk ke masalah. beliau menyampaikan sebuah ayat tentang penghambaan kepada Allah dan menghindari syirik. 

Materinya sudah sering kita dengar, mungkin sudah berkali-kali, namun hari ini rasanya berbeda. sang khotib menyampaikan ayat ini dengan cara yang sangat..sangat berbeda dari kebanyakan khotib yang 'datar..datar saja'. 

Salah satu kesimpulanku hari ini adalah khotib tadi, pak Doktor tadi, betul-betul menguasai teknik public speaking dengan baik dan beliau mengetahui dasar khotbah yang di ajarkan rasulullah, bersemangat, seperti akan berangkat perang, singkat dan padat. 

Hal inilah yang harusnya menjadi salah satu perhatian lembaga  yang punya tanggung jawab mengurusi da'i, bagaimana para da'i harus memiliki kemampuan public speaking yang di atas rata-rata orang kebanyakan. karena pembicara yang 'terlatih dan terbiasa' itu akan sangat berbeda "rasa"nya, dan lebih lanjut, dengan kemampuan public speaking yang mumpuni, pesan-pesan Tuhan itu akan sampai ke pendengar dengan baik dan berbekas. 

Penyakit kebanyakan kita, selalu memperhatikan siapa yang yang berbicara daripada apa yang dibicarakan. jika si pembicara saja sudah mampu menarik perhatian audience, mudah-mudahan, audience akan lebih mudah menangkap materi yang disampaikan. 

salam!

kejar mengejar

sering merasa di kejar? atau mengejar?

jika kita di hadirkan dua pertanyaan ini, mana yang lebih enak, dikerja atau mengejar. kalo saya di sodorkan pertanyaan ini, saya lebih senang mengerjar, terlalu lelah untuk sebentar-sebentar melihat ke belakang, sudah berada di mana 'sipengejar' kita tadi. 

kita juga sering mendengar pernyataan, lebih mudah meraih ketimbang mempertahankan. saya pikir pernyataan ini juga memiliki korelasi dengan kejar dan mengejar tadi. meraih itu dekat maknanya dengan mengejar, sedangkan mempertahankan dekat maknanya dengan dikejar. 

aku teringat salah satu kalimat yang di ucapkan 'ksatria' dalam film King Arthur, saat mereka di kejar-kejar tentara saxon. kstatria arthur berkata, 'aku sudah cape harus terus-menerus mengawasi belakangku.'

namun, dalam hidup, kita akan dihadapkan kepada dua hal ini, apakah kita sebagai pengejar atau pihak yang dikejar. saran saya sih, jangan cepat menyerah. berbuat sebaiknya saja, tentunya Tuhan akan memberikan hasil yang terbaik. tidak soal kita mengejar atau dikejar.

terkait tentang ide

ide itu mahal...

ide lah yang menyebabkan manusia bisa terus hidup, kehidupan semakin membaik dari hari ke hari.

dan jika kita ingin menggapai kesuksesan dalam hidup, maka ide-lah yang akan menjadi titik awal kesuksesan anda. jangan pernah meremehkan ide brilian sekecil apapun.

dalam beberapa diskusi dengan teman-teman yang ingin memiliki usaha, rata-rata mereka mengatakan bahwa mereka kesulitan memulai usaha karena mereka tidak memiliki modal, uang. namun, aku katakan bahwa modal uang itu adalah modal yang menempati urutan ke 14, modal utama yang harus kita miliki adalah modal IDE, karena dari ide-lah semua bermula.

dalam film the social network, kita menemukan bahwa ide menjadi titik awal kesuksesan sebuah situs jejaring Facebook.

jadi, jangan sekalipun meremehkan ide sekecil apapun, karena seperti yang kita saksikan dalam film the social network, hanya penyesalan yang akan hadir. jika kita yakin bahwa ide tersebut akan bernilai jutaan rupiah, mengapa tidak kita mulai ambil langkah pertama untuk mewujudkannya, karena kita tidak tahu akan ada orang lain yang mengetahui ide itu, kemudian mengembangkannya dan akhirnya kita hanya dapat gigit jari saat ide itu menuai apa yang di sebut dengan kesuksesan.


Permintaan Mereka

Banyak orang yang mengatakan kepadaku mereka ingin menjadi seorang pengusaha, sama seperti apa yang sedangku jalani sekarang. Rata-rata mereka yang mengatakan bahwa mereka ingin jadi pengusaha adalah teman-teman yang sebenarnya sudah punya pekerjaan yang relative tetap. Aku tak ingin menebak-nebak apa yang bergelayut pada pikirannya, saat berkata kepadaku, “bang, pengen jadi pengusaha seperti abang. Ajari ya..bang pengalamannya?” Aku hanya tersenyum.

Memang bagi sebagian orang ‘awam’ melihat bahwa profesi sebagai pengusaha sangat menjanjikan. Kita memiliki kebebasan waktu, kebebasan mengatur penghasilan,bahkan kita bisa menjadi salah satu solusi bagi negeri, menyediakan lapangan pekerjaan. Ya, memang seperti itu adanya. Kami, yang saat ini punya ‘pekerjaan’ sebagai pengusaha, memang memiliki kebebasan dalam mengatur waktu, kebebasan mengatur penghasilan, dan membantu kehidupan orang lain untuk dapat memiliki pekerjaan atau pengalaman kerja.

Namun, untuk menjadi seorang pengusaha yang ‘sukses’, kita harus melalui berbagai macam rintangan, yang kalau hendak ku tuliskan di sini, tidak akan cukup. Terkadang, kebanyakan orang hanya melihat ‘ujung’ dari kondisi pengusaha yang terbilang sukses tadi. Kebanyakan kita jarang sekali melihat proses menjalani hari-hari sebagai pengusaha. Ada banyak hal yang akan memakan berlembar-lembar kertas untuk menceritakannya. Cerita yang menggambarkan bahwa hari-hari sebagai pengusaha itu benar-benar tidak mulus-mulus saja.

Ada banyak hal yang harus dikorbankan di awal usaha kita mendirikan usaha, bahkan harga diri yang kita agung-agungkan, harus sedikit kita turunkan. Title sarjana atau apapun namanya harus kita lupakan, dan cerita sukses kita sebagai pelajar dan mahasiswa harus kita tinggalkan di rumah. Satu langkah kita keluar dari pintu rumah, dan menjalani hari sebagai pengusaha, adalah hari tanpa identitas, tanpa gengsi, tanpa gelar tanpa semua embel-embel yang biasa melekat pada diri kita. Inilah dunia nyata yang ibarat rimba raya, hanya mereka yang kuatlah yang akan bertahan dalam seleksi alam ini. Menurut sebuah penelitian, hanya 10 orang dari 100 orang yang mampu menggapai sukses saat menjalani kehidupan sebagai pengusaha, 90 lainnya, melalui seleksi alam yang ketat, mereka hilang di telan gelombang pasang kehidupan.

Hati-hati dengan keputusan-keputusan hidup anda. Indah memang jika kita membayangkan ujung dari kehidupan sukses sebagai pengusaha. Namun, jika memang keinginan menjadi pengusaha itu hanya sebagai pelarian atas kondisi ‘pekerjaan’ yang saat ini kurang ideal, ada baiknya anda berpikir ulang.

Setiap orang yang menemui jalan sukses dalam perjalanan karirya adalah mereka yang menganggap bahwa meniti karir ini sebagai panggilan jiwa, apakah karir itu sebagai karyawan atau sebagai pengusaha. Karena dengan hal ini, panggilan jiwa, kita akan memiliki kesabaran yang berlapis-lapis.

Saya melihat, bahwa kesabaran berlapis-lapis inilah salah satu modal utama untuk menemukan jalan sukses anda. Jika anda telah memilikinya, saya yakin anda akan menemui jalan kesuksesan anda sendiri. Dimanapun itu, pekerjaan apapun itu, pengusaha atau karyawan.

...

Lama juga gak meng update blog ini, sibuk...? agaknya nggak juga sih...cuma memang lagi fokus ke beberapa hal, sehingga aktivitas menulis agak sedikit tertunda. selain itu juga ada sebuah tulisan sangat penting sedang di garap, sudah 90 % tinggal smoothing..halah gaya kali pun..

Dalam beberapa hari ini memang niat sekali menulis beberapa review tentang beberapa buku yang telah selesai di baca. buku-buku itu antara lain Rumah 1000 malaikat dan sekuel negeri 5 menara, Ranah 3 Warna.

selain dua buku ini, ada beberapa buku lama yang kebetulan ku baca ulang. berusaha mengambil hikmah lain yang terkandung.

Catatan Kecil (mimpi sekolah ke eropa)

Negeri Van Oranje, judul bukunya, sebuah novel yang menceritakan kisah 5 orang mahasiswa Indonesia di belanda. Memang belum ku khatamkan, namun dari beberapa bab yang sudah ku lalui, aku sudah dapat memastikan bahwa novel ini sangat menarik. Dengan gaya bercerita yang mengalir dan penggambaran yang detail tentang Belanda, seakan kita di ajak untuk tour gratis di Belanda. Dan tidak salah jika novel ini sudah naik cetak hingga 8 kali (edisi yang ku pegang) dan menjadi salah satu buku yang dinominasikan untuk mendapat penghargaan di situs ‘membaca’ goodreads.com.

Namun, aku tidak sedang akan membicarakan detail novel ini. Setelah membaca beberapa bab dari novel ini, pikiranku diingatkan tentang dua novel yang isinya mirip sekali, hanya saja memiliki setting tempat yang berbeda dan tokohnya memiliki profesi yang sama, yaitu, mahasiswa.

Novel yang ku maksud adalah 40 days in Europe yang ditulis oleh Maulana M Syuhada dan Edensor yang di tulis oleh Andrea Hirata. Aku tertarik dengan ketiga novel ini karena para penulisnya berhasil (menurutku) menggambarkan detail aktivitas ‘mahasiswa’ di negeri jauh sana dan detail kondisi medan di sana. Aku tertarik karena memang hingga hari ini, Eropa adalah salah satu mimpi yang akan kuwujudkan. Mimpi untuk bisa ikut serta belajar di sana.

Negeri Van Oranje sudah jelas berisikan kisah tentang perjalanan hidup mahasiswa Indonesia di Belanda dengan segala pernak perniknya. Selain itu juga diberikan beberapa tips bagi kita yang ingin belajar atau sekedar berkunjung ke negeri kincir angin itu. Mulai dari tips transportasi, belanja, sampai kerja part time yang dilengkapi juga persyaratannya.

40 days in Europe, berisi perjalanan si penulis bersama anak-anak dari bandung untuk membawa kesenian angklung dalam festival music tradisional di eropa. Selain itu, si penulis juga menceritakan kisah suka dan dukanya di negeri Bavaria, jerman dalam menuntut ilmu. Sama seperti Negeri van oranje, 40 days in Europe juga memberikan detail kondisi ‘medan’ Jerman kepada kita yang ingin berkunjung atau menuntut ilmu di negerinya om hitler ini.

Satu lagi, Edensor, Andrea Hirata, menceritakan kisah perjuangannya menyelesaikan studi masternya di universitas Sorbonne Paris Perancis.

Dengan membaca ketiga novel ini, aku seakan-akan sedang berjalan bersama mereka (para tokoh dalam novel ini) menyusuri jalan-jalan di Amsterdam, Munchen, dan Paris. Naik kereta bersama mereka, makan-makanan khas Indonesia di Eropa yang harganya selangit (dibanding di negeri asalnya, namun demi mengobati kerinduan, harga tak jadi soal), namun jauh lebih nikmat jika di bandingkan dengan masakan asli eropa. Dan kisah suka dukanya hidup di negeri orang, demi menuntut ilmu yang mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi negeri ini di masa yang akan datang…

Jadi, tak ada salahnya juga, bagi teman-teman yang punya mimpi untuk menuntut ilmu di negeri-negeri eropa tadi untuk menyempatkan waktu membaca novel-novel ini. Saya jamin, anda tidak akan merasa sia-sia telah membacanya. Dan satu lagi, bagi teman-teman yang saat ini juga seang menuntut ilmu atau pernah tinggal di Negara-negara ‘pendidikan’ lainnya, tidak ada salahnya jika anda menulis buku tentang negeri itu. Selain juga, kita menulis tentang suka duka menuntut ilmu di negeri sendiri, namun dengan bahasa yang proporsional, indah dan tidak sekedar menghujat.. 

Tentang Pengusaha

Rangkuman :

Bagi teman-teman yang ingin menjadi pengusaha, berikut ini ku rangkum beberapa hal yang diperlukan untuk menjadi pengusaha, antara lain:

  • Keberanian
  • Kemauan yang keras dan konsisten
  • Kerja Keras dan cerdas
  • Memiliki Inisiatif untuk menjadi yang pertama
  • Memiliki Semangat untuk menjadi yang terbaik
  • Kreatif yang menjadikan dirinya Berbeda
  • Lingkungan yang mendukung
  • Mimpi yang besar
  • TARGET yang TERUKUR dan BERANI
  • ....
apa lagi?