ternyata, bermimpi itu menyenangkan.
Kemarin
dalam beberapa waktu yang lalu, aku memiliki banyak mimpi yang hadir dalam pikiranku. aku hanya memikirkannya, menjaganya dalam ingatan dan berharap bahwa Allah akhirnya akan mewujudkan mimpi itu. satu hal yang ku ingat dari buku 'edensor' andrea hirata, ada ungkapan yang mengatakan "bahwa Tuhan memeluk mimpi-mimpi kita"
ya, yakinlah bahwa Tuhan akan mengabulkan harapan-harapan kita yang muncul dan kita sebut mimpi.
aku teringat sebuah kisah yang sangat terkenal, Aladin.
dalam kisah ini, aladin menemukan sebuah lampu ajaib yang jika di gosok akan mengeluarkan jin. jin ini akan mengabulkan 3 permintaan aladin. setiap aladin meminta sesuatu, jawaban sang jin adalah "Permintaan tuan adalah tugas kami" seketika permintaan itu terkabul.
kisah ini memang hanya dongeng, tapi ada sebuah makna, bahwa jin yang hanya mahluk Tuhan saja bisa melakukan hal-hal seperti itu (mengabulkan 3 permintaan), apalagi Tuhan yang menciptakan jin. Ia pasti akan mengabulkan SEMUA harapan (permintaan) kita.
jika kita berharap dalam hati, maka seluruh malaikat akan berkata, "Amin ya Allah" dan Allah berkata, "berdoalah (berharaplah) niscaya Aku kabulkan".
Hari Ini
dan sungguh luar biasa, beberapa dari yang aku impikan dalam beberapa waktu yang lalu, Hari ini sudah terwujud dan aku bersyukur bahwa itu semua terwujud. apa saja yang terwujud, ada banyak sekali. dan itu semua terwujud dengan cara yang sangat tidak aku sangka-sangka... subhanallah.
Esok...?
Aku tetap memiliki banyak mimpi yang sudah ku petakan dalam pikiranku, dan aku yakin bahwa Allah berkata, "permintaanmu akan Aku kabulkan" dan aku sangat yakin itu semua akan terwujud.
Aku akan terus bermimpi, menjaganya (mimpi-mimpi itu) dalam pikiranku dan terus melakukan langkah-langkah guna mewujudkan itu semua... semoga,
ku dengar Allah berbisik, "Permintaanmu Pasti Akan Aku Kabulkan..."
sebuah usaha untuk menyimpan ingatan tentang perjalanan, tentang film, tentang buku yang pernah hadir mewarnai hidup kami...
Hampir
Hampir,
saat ada yang bertanya "sudah menikah?" ku jawab dengan "Hampir"
saat ada yang bertanya "kuliah S2?" ku jawab "hampir"
saat ada yang bertanya "ini,.. itu,...?" jawabannya "Hampir"
hehehe, aya aya wae
saat ada yang bertanya "sudah menikah?" ku jawab dengan "Hampir"
saat ada yang bertanya "kuliah S2?" ku jawab "hampir"
saat ada yang bertanya "ini,.. itu,...?" jawabannya "Hampir"
hehehe, aya aya wae
Flash Of Genius

-Lintasan Ide Brilian- "Based on True Story"
Terkadang munculnya penemuan-penemuan besar di dunia ini diawali sesuatu kejadian yang tidak disengaja. Banyak penemu yang menjadi penemu besar dikarenakan kesalahan dalam penelitian, namun menghasilkan penemuan baru. Di dalam buku Serendipity "penemuan-penemuan yang tidak disengaja" banyak sekali diceritakan kisah penemu-penemu yang mendapatkan hadiah nobel, justru penemuan mereka di dapat dari ketidaksengajaan.
Ketidaksengajaan ini bukan berarti menjadikan penemuan mereka menjadi tidak penting atau tidak berkualitas. Di sinilah keunikan penemuan ini. Di saat orang lain menganggap remeh lintasan-lintasan pemikiran mereka, para penemu ini justru menajamkan akalnya untuk mencerna dan terus menggali penemuan baru yang didasari oleh lintasan pemikiran tersebut.
Berawal dari ketidak sengajaan
Adalah seorang profesor yang sangat berdedikasi terhadap pengembangan ilmu dan mendidik anak-anak muda. Secara tidak sengaja, saat ia melihat ke cermin, ia melihat betapa canggihnya fungsi kerja matanya. Kemudian saat ia mengemudikan mobilnya di tengah hujan deras, ia teringat dengan fungsi kerja mata yang tidak berbeda dengan fungsi kerja kipas kaca depan mobil, hanya saja waktu itu (sekitar tahun 1940-an) kipas penghapus kaca digerakkan secara manual.
Ford Mobil, sebagai produsen mobil terbesar di Amerika terus melakukan penelitianuntuk menghasilkan sebuah kipas kaca yang dapat bekerja otomatis. Para peneliti ford kesulitan untuk menghasilkan alat yang tahan panas.
Nah, dari ide sederhana itulah profesor kearn melakukan penelitan kipas kaca mobil yang dapat bekerja secara otomatis. Setelah melakukan beberapa pengujian dan beberapa pengubahan bahan yang digunakan, ditemukanlah kipas penghapus kaca mobil.
Awal Masalah
Untuk memproduksi kipas penghapus kaca otomatis ini tentunya memerlukan modal yang tidak sedikit. Untuk itulah si profesor menggandeng pihak ketiga yang akan menjadi investor penemuannya. Dalam waktu yang singkat, profesor Kearn menemukan investor. Mereka berkomitmen untuk membantu Prof Kearn dan menjadikan produk penemuan professor ini sebagai kipas penghapus kaca mobil terlaris di Amerika. Bagaimana mereka bisa begitu yakin, karena Ford belum menemukannya.
Untuk mendapatkan ikan besar, kita perlu jarring yang besar pula. Untuk itulah Prof Kearn dan teman-temannya berkunjung ke Ford untuk mengajak bekerja sama. Awalnya Ford setuju dengan klausul kontrak yang dibuat diawal. Produksi dimulai. Namun di tengah produksi Ford tiba-tiba memutuskan kontrak. Ada apa gerangan? Banyak alasan yang dikeluarkan Ford. Intinya mereka ingin menguasai penemuan ini sendiri dan mengatakan pada dunia bahwa merekalah penemunya.
Perjuangan mendapatkan hak
Prof Kearn terus berusaha untuk mendapatkan haknya sebagai penemu kipas penghapus kaca dari Ford. Namun, keluarga dan teman-temannya menyarankan untuk tidak terus menuntut. Biarkan saja, toh dia (Prof Kearn) tidak menjadi hina dengan penemuan itu.
Bagaimanapun juga aku harus mendapatkan kembali hakku yang di curi oleh Ford. Itu yang dikatakan pada hatinya. Bertahun-tahun ia mencoba, sampai ia di katakana orang gila. Ia kehilangan istri, anak-anaknya meninggalkannya dan ia hidup sendiri. Di perjalannya memperjuangkan haknya, ada pihak yang bersimpati dengan ingin membantu, namun ujung-ujungnya duit. Saat Ford menawarkan damai dengan sejumlah uang (tawaran Ford dimulai 200ribu dolar di tahun 1940-an hingga satu juta dolar.). Apakah Prof Kearn bergeming? Ternyata tidak.
Ia seakan ingin mengajarkan kepada kita bahwa dalam hidup kita harus jujur. Jujur kepada diri sendiri dan kepada orang lain. Terserah penilaian orang kepada kita bagaimana namun, jangan sampai akhirnya kita menerobos batas-batas yang telah dibangun hati nurani ini.
Setelah bertahun-tahun tidak ada pengacara yang mau membelanya di pengadilan. Prof Kearn memutuskan untuk mempelajari hukum secara otodidak dan menjadikan dirinya sendiri sebagai pembelanya di pengadilan.
Akhirnya
Agak lucu juga menyaksikan orang yang membela diri sendiri di pengadilan. Namun, tidak ada jalan lain yang dapat ditempuh. Hanya itu satu-satunya cara dan hakim telah mengizinkan Prof Kearn untuk membela dirinya sendiri. Setelah beberapa kali sidang di gelar, akhirnya juri memberikan kemenangan atas Prof Kearn. Artinya Prof Kearn kembali berhak atas penemuannya yang telah dicuri oleh Ford.
Satu pelajaran lain, jangan pernah menyerah walau orang-orang besar dan kuat menghalangi. Karena TUHAN yang Maha Kuasa bersama dengan kita.
Terkadang munculnya penemuan-penemuan besar di dunia ini diawali sesuatu kejadian yang tidak disengaja. Banyak penemu yang menjadi penemu besar dikarenakan kesalahan dalam penelitian, namun menghasilkan penemuan baru. Di dalam buku Serendipity "penemuan-penemuan yang tidak disengaja" banyak sekali diceritakan kisah penemu-penemu yang mendapatkan hadiah nobel, justru penemuan mereka di dapat dari ketidaksengajaan.
Ketidaksengajaan ini bukan berarti menjadikan penemuan mereka menjadi tidak penting atau tidak berkualitas. Di sinilah keunikan penemuan ini. Di saat orang lain menganggap remeh lintasan-lintasan pemikiran mereka, para penemu ini justru menajamkan akalnya untuk mencerna dan terus menggali penemuan baru yang didasari oleh lintasan pemikiran tersebut.
Berawal dari ketidak sengajaan
Adalah seorang profesor yang sangat berdedikasi terhadap pengembangan ilmu dan mendidik anak-anak muda. Secara tidak sengaja, saat ia melihat ke cermin, ia melihat betapa canggihnya fungsi kerja matanya. Kemudian saat ia mengemudikan mobilnya di tengah hujan deras, ia teringat dengan fungsi kerja mata yang tidak berbeda dengan fungsi kerja kipas kaca depan mobil, hanya saja waktu itu (sekitar tahun 1940-an) kipas penghapus kaca digerakkan secara manual.
Ford Mobil, sebagai produsen mobil terbesar di Amerika terus melakukan penelitianuntuk menghasilkan sebuah kipas kaca yang dapat bekerja otomatis. Para peneliti ford kesulitan untuk menghasilkan alat yang tahan panas.
Nah, dari ide sederhana itulah profesor kearn melakukan penelitan kipas kaca mobil yang dapat bekerja secara otomatis. Setelah melakukan beberapa pengujian dan beberapa pengubahan bahan yang digunakan, ditemukanlah kipas penghapus kaca mobil.
Awal Masalah
Untuk memproduksi kipas penghapus kaca otomatis ini tentunya memerlukan modal yang tidak sedikit. Untuk itulah si profesor menggandeng pihak ketiga yang akan menjadi investor penemuannya. Dalam waktu yang singkat, profesor Kearn menemukan investor. Mereka berkomitmen untuk membantu Prof Kearn dan menjadikan produk penemuan professor ini sebagai kipas penghapus kaca mobil terlaris di Amerika. Bagaimana mereka bisa begitu yakin, karena Ford belum menemukannya.
Untuk mendapatkan ikan besar, kita perlu jarring yang besar pula. Untuk itulah Prof Kearn dan teman-temannya berkunjung ke Ford untuk mengajak bekerja sama. Awalnya Ford setuju dengan klausul kontrak yang dibuat diawal. Produksi dimulai. Namun di tengah produksi Ford tiba-tiba memutuskan kontrak. Ada apa gerangan? Banyak alasan yang dikeluarkan Ford. Intinya mereka ingin menguasai penemuan ini sendiri dan mengatakan pada dunia bahwa merekalah penemunya.
Perjuangan mendapatkan hak
Prof Kearn terus berusaha untuk mendapatkan haknya sebagai penemu kipas penghapus kaca dari Ford. Namun, keluarga dan teman-temannya menyarankan untuk tidak terus menuntut. Biarkan saja, toh dia (Prof Kearn) tidak menjadi hina dengan penemuan itu.
Bagaimanapun juga aku harus mendapatkan kembali hakku yang di curi oleh Ford. Itu yang dikatakan pada hatinya. Bertahun-tahun ia mencoba, sampai ia di katakana orang gila. Ia kehilangan istri, anak-anaknya meninggalkannya dan ia hidup sendiri. Di perjalannya memperjuangkan haknya, ada pihak yang bersimpati dengan ingin membantu, namun ujung-ujungnya duit. Saat Ford menawarkan damai dengan sejumlah uang (tawaran Ford dimulai 200ribu dolar di tahun 1940-an hingga satu juta dolar.). Apakah Prof Kearn bergeming? Ternyata tidak.
Ia seakan ingin mengajarkan kepada kita bahwa dalam hidup kita harus jujur. Jujur kepada diri sendiri dan kepada orang lain. Terserah penilaian orang kepada kita bagaimana namun, jangan sampai akhirnya kita menerobos batas-batas yang telah dibangun hati nurani ini.
Setelah bertahun-tahun tidak ada pengacara yang mau membelanya di pengadilan. Prof Kearn memutuskan untuk mempelajari hukum secara otodidak dan menjadikan dirinya sendiri sebagai pembelanya di pengadilan.
Akhirnya
Agak lucu juga menyaksikan orang yang membela diri sendiri di pengadilan. Namun, tidak ada jalan lain yang dapat ditempuh. Hanya itu satu-satunya cara dan hakim telah mengizinkan Prof Kearn untuk membela dirinya sendiri. Setelah beberapa kali sidang di gelar, akhirnya juri memberikan kemenangan atas Prof Kearn. Artinya Prof Kearn kembali berhak atas penemuannya yang telah dicuri oleh Ford.
Satu pelajaran lain, jangan pernah menyerah walau orang-orang besar dan kuat menghalangi. Karena TUHAN yang Maha Kuasa bersama dengan kita.
Subscribe to:
Posts (Atom)