Kekuatan Inisiatif

Mungkin ini dia perbedaan mendasar orang-orang yang mengalir di dalam darahnya semangat enterpreneur dengan yang tidak. Kecepatan dalam bertindak, saat melihat ada peluang baik di depannya. Ia lebih mendahulukan intuisinya dalam mengambil keputusan. Jika dalam pikirannya ia mampu dan yakin berhasil, maka tidak ada salahnya jika hal itu ia lakukan.

Ini satu hal yang ku tangkap dari seorang kepala desa. Beliau adalah kepala desa wonomarto di prokimal lampung utara. Darinyalah aku banyak belajar tentang bertindak cepat saat melihat ada peluang baik, sekecil apapun peluang itu. Selanjutnya serahkan hasilnya kepada Yang Diatas.

Beberapa hari yang lalu saat aku mengunjungi rumahnya di pedalaman prokimal. Ku tangkap semangat itu, yang juga menular kepadaku. Luarbiasa, beliau masih muda, berperawakan tinggi besar, persis sekali dengan semangatnya yang menggebu-gebu. Di tunjukkan beberapa usahanya yang telah ia rintis, baik yang ada hasilnya atau yang tidak ada hasilnya. Sampai akhirnya ia ingin memfokuskan diri mengembangkan usaha di bidang jamur tiram. Dan sangat kebetulan kami memiliki jenis usaha yang sama. Sehingga telah tercapai sebuah kesepakatan lisan antara kami berdua, bahwa kami akan bekerja sama secara serius mengembangkan usaha ini.

Ya, sebagai seorang pengusaha, apalagi yang masih terhitung baru, ada baiknya kita terus mengasah intuisi kita dalam bertindak. Karena banyak penemuan besar itu bukan dari pemikiran yang mendalam, tapi melalui kilatan pikiran yang muncul selintas, kemudian kita merasa itu baik dan dapat dikerjakan, kemudian langsung diambil tindakan segera. Masalah hasil? Kita perbaiki sambil berjalan. Yang penting adalah sungguh –sungguh dan fokus.

Senyum = Energi Positif

Kadang, kondisi jiwa ini naik turun. Terkadang ia naik, begitu bersemangat, termotivasi dan tidak kenal kata menyerah, serta memiliki energi yang begitu besar. Kadang juga ia turun, tidak bersemangat, loyo dan inginnya selalu menyendiri dan tidur.

Ternyata, kondisi jiwa kita dapat kita buat menjadi selalu optimis, selalu bersemangat dan positif serta berenergi. Caranya sederhana, mulai hari anda dengan senyuman, kemudian tarik nafas dalam-dalam, hembuskan pelan-pelan dari mulut. Sembari berkata ke dalam pikiran kita “hari ini begitu indah dan menyenangkan.”

Saat kondisi melemah menghampiri anda, ada baiknya anda kembali tersenyum, kemudian tarik nafas pelan dari hidung, hembuskan pelan dari mulut. Maka rasakan energi positif akan memenuhi jiwa anda.

Belajar (Catatan Hari2 'katanya' Pengusaha)

Belajar itu seperti apa yang ku katakan di beberapa tulisan sebelum ini. Ia seperti air yang tak kenal lelah mengalir, terus menerus. Ia tak akan berhenti jika akhirnya ia membentur sesuatu, ia akan mencari jalan untuk bisa melewatinya, apakah lewat atas, bawah, samping kanan atau kiri. Hingga akhirnya ia menemukan sungai yang mengantarkannya ke Laut. Apakah ia berhenti? Ternyata tidak, lewat bantuan matahari ia memulai lagi langkah-langkahnya.

Ya, belajar tak mengenal kata berhenti, jika ia berhenti, maka ia akan seperti air yang menggenang, tidak mengalir. Ia akan membusuk, dan menjadi sumber berbagai penyakit. Dan satu hal lagi, air yang mengalir akan terus suci zatnya, walau ada kotoran yang mengalir bersamanya.

Itulah sebabnya dalam Islam kita mengenal sebuah sabda nabi SAW yang begitu masyhur, menuntut ilmu dari buaian hingga liang lahat. Hanya kematian yang mengakhiri ini semua. Ya, hanya kematian. Sebelum kita mati, maka belajar harus terus kita lakukan.

Itu pulalah sebabnya, kita, manusia, diberikan otak yang ternyata memiliki daya tampung yang tidak terbatas. Paling tidak hingga sekarang belum ada satupun ahli yang dapat memberikan angka pasti, berapa besar daya tampung otak manusia. Karena, otak manusia akan terus berkembang, jika ia terus dikembangkan. Sehingga, kata belajar itu memiliki arti kurang lebih seperti ini, melihat, mendengar, merasakan, kemudian mencoba, lalu setelah mencoba kita menghadapi masalah, menyelesaikan masalah tersebut, kemudian bertemu masalah lain, kemudian diselesaikan lagi, hingga akhirnya didapatkan hasil yang paling optimal dari upaya penyelesaian itu.

Setidaknya aku dapat menarik sebuah kesimpulan, bahwa belajar itu tidak pernah mengenal kata berhenti. Beda lubuk, beda pula ikannya. Artinya dengan masalah yang sama, namun pada waktu yang berbeda, akan ada perbedaan cara menyelesaikannya.

Seperti halnya menjadi pengusaha, ini adalah profesi yang tidak pernah mengenal kata berhenti dari mencoba, dan terus mencoba. Baik hal baru atau memodifikasi yang pernah dilakukan oleh orang lain. Ketika seorang pengusaha berhenti dari upaya mencoba, maka sebenarnya ia sedang menggali kuburnya sendiri. Walaupun kita melihat ia (baca : pengusaha) telah menyatakan diri pensiun. Ia mungkin dapat pensiun dari pekerjaannya, namun aku yakin ia tidak akan pernah mampu mempensiunkan otaknya, hasratnya untuk mencoba hal baru. Karena bagi mereka, hidup seperti itu-itu saja adalah hal yang paling membosankan di dalam hidup mereka.

Inilah akhirnya kata yang coba ku maknai dan coba kulakukan terus menerus, sampai akhirnya aku menemukan jalan yang paling optimal, efektif dan efisien. Sebagai newby di real world, enterpreneur, aku harus banyak belajar, membuka lebar-lebar mataku, telinga, dan otakku. Kemudian mencoba, memodifikasi, dan akhirnya harus ku temukan formula terbaiknya.

Oh ya, buat teman-teman yang ingin mengikuti jalan kami ini, ada baiknya anda siap untuk berpeluh keringat dalam kegiatan belajar ini. Agar anda tidak berdarah-darah dalam pertempuran yang sebenarnya.