Tentang Pengusaha

Rangkuman :

Bagi teman-teman yang ingin menjadi pengusaha, berikut ini ku rangkum beberapa hal yang diperlukan untuk menjadi pengusaha, antara lain:

  • Keberanian
  • Kemauan yang keras dan konsisten
  • Kerja Keras dan cerdas
  • Memiliki Inisiatif untuk menjadi yang pertama
  • Memiliki Semangat untuk menjadi yang terbaik
  • Kreatif yang menjadikan dirinya Berbeda
  • Lingkungan yang mendukung
  • Mimpi yang besar
  • TARGET yang TERUKUR dan BERANI
  • ....
apa lagi?

Tentang Nikah

Ada dua Syarat untuk menikah, kata seorang teman suatu hari. Syarat pertama adalah Status, dan kedua adalah Mapan.

Status berkenaan dengan pekerjaan, 'baju seragam dinas' dan yang sejenisnya, sedangkan
Mapan, berkenaan dengan kondisi perekonomiaan. Masih menurut beliau, bahwa mapan itu sudah punya tabungan, punya rumah, kendaraan sendiri dan yang sejenisnya.

aku tersenyum,

Ku katakan padanya, "jadi, kalo begitu, aku belum 'pantas' untuk menikah?"
"kenapa?"
"Karena, sampai hari ini, aku belum mempunyai 'status' dan 'tidak mapan'"

Ya, jika itu memang menjadi syarat nikah (menurut teman ini), maka memang benar, aku belum 'pantas' untuk menikah...hehe, aku belum punya status (kantor, seragam dinas dan sejenisnya) dan aku belum mapan, jangankan rumah dan isinya, tabungan di bank, malah hutang yang ku punya...hehe

* buat temanku ini, hati-hati dengan pikiranmu, karena ia menentukan nasibmu... buat apa kita mengkhawatirkan masa depan yang tidak jelas, atau menyesali masalalu...lupakan semua, yang perlu kita lakukan hari ini adalah berbuat saja yang terbaik, insyaAllah, Allah akan memudahkan urusan kita.

Masih tentang Kerja

"Aku sudah mengirim lamaran ke 30 perusahaan di Medan ini, dari 30 itu, yang dipanggil cuma 10 dan dari yang 10 itu, aku di terima di 1 perusahaan. sekarang, akupun keluar dari perusahaan itu, karena gak cocok juga kerjanya."

Itu kata teman se-kostku dulu saat kami bertemu di depan papan pengumuman Pusat Jasa Ketenagakerjaan (PJK) Universitas Sumatera Utara. Satu hal yang ku catat, bahwa "mencari kerja" itu memang sulit. Mungkin itu juga sebabnya hingga hari ini aku tidak mencari pekerjaan. Aku berusaha mengembangkan pola pikir terbalik yang bagi sebagian besar orang 'ngaco atau gila'. Aku tidak mencari pekerjaan, tapi aku berusaha untuk "menciptakan" pekerjaan, minimal untuk diriku sendiri.

Dahulu, sewaktu masih kuliah, sebuah fakta yang agak menyedihkan bahwa kebanyakan pengangguran yang ada di negeri ini, adalah mereka-mereka yang mengenyam pendidikan tinggi. Seharusnya, pola pikir mereka jauh lebih baik dari mereka yang tidak mengenyam pendidikan tinggi.

Itulah, sampai aku punya pemikiran bahwa, "Masalah pengangguran di Indonesia tidak akan pernah selesai, jika angkatan kerja di negeri ini berpikir mencari pekerjaan, karena jumlah lapangan kerja tidak akan mampu menampung mereka. Sebaiknya, masing-masing kita, minimal mampu untuk hidup 'mandiri' dengan usaha sendiri, jika belum mampu menciptakan lapangan kerja."

Medan, Desember 2010