dalam tulisan yang lalu, saya pernah menceritakan sebuah pertemuan yang tidak disengaja dengan seseorang di sebuah toko buku.
tadi, beliau menelpon lagi dan bertanya tentang "dimana posisi?"
kukatakan bahwa aku masih di lampung, menyelesaikan proses transfer tanggung jawab ke manajer produksiku yang baru.
ku tanyakan, "emang ada apa bang?"
"nantilah, kalo sudah di medan.."
"gak ada bocorannya?"
"ya... proyek bagi-bagi rejeki...hehe"
aku berfikir.."wow..luarbiasa"
bagaimana mungkin seorang yang baru saja sekali bertemu, berkenalan dan berbincang dalam beberapa menit, bisa begitu yakin berurusan masalah uang denganku...
aku tetap berpikir positif, bahwa ini bagian dari skenario Allah untukku.
* aku masih membayangkan, sosok yang menegurku di toko buku itu, muda, kelihatan sekali dari pakaiannya ia sudah sukses di usianya yang terpaut mungkin hanya 3 tahun dariku. setelah 3 bulan berlalu, ia masih menghubungiku, tidak sekedar bertegur sapa, namun sudah masuk ke urusan yang jauh lebih serius... masalah UANG
sebuah usaha untuk menyimpan ingatan tentang perjalanan, tentang film, tentang buku yang pernah hadir mewarnai hidup kami...
dah lama
seorang teman bertanya, dah lama blog ini tidak di isi (di update)
"sibuk" jawabku...
"satu lagi kurang ada dorongan untuk menulis..."
hehe, memang sudah lama sekali aku tidak menulis, bahkan untuk project pribadikupun tidak ada perubahan yang signifikan.
kasihan orang-orang yang senantiasa datang ke blog ini, sementara informasi yang diharapkannya tidak kunjung berubah.
memang dalam beberapa waktu belakangan ini ada beberapa proyek menulis (yang sifatnya sangat pribadi) sedang ku garap, dan hasilnya akan kuberikan kepada beberapa orang yang ku anggap penting dalam memberi inspirasi dalam tulisan tersebut. namun, semua masih berada dalam coretan-coretan kasar di folder "tulisan" di komputerku.
agaknya, faktor pendorong yang utama selain diri sendiri adalah lingkungan yang kondusif. ada baiknya kita memang menciptakan lingkungan-lingkungan itu, atau bergabung dengan yang sudah ada. bagi kita yang ingin rajin menulis ada baiknya kita sering-sering bergabung dengan penulis, bagi kita yang pengusaha, ada baiknya sering-sering bergabung dengan lingkunga pengusaha dan seterusnya. ya, harus kita akui bahwa faktor lingkungan memberikan banyak sekali pengaruh dalam pembentukan karakter kita.
ok, tunggu aku ya...
salam
*terima kasih untuk yang sudah mengingatkanku
"sibuk" jawabku...
"satu lagi kurang ada dorongan untuk menulis..."
hehe, memang sudah lama sekali aku tidak menulis, bahkan untuk project pribadikupun tidak ada perubahan yang signifikan.
kasihan orang-orang yang senantiasa datang ke blog ini, sementara informasi yang diharapkannya tidak kunjung berubah.
memang dalam beberapa waktu belakangan ini ada beberapa proyek menulis (yang sifatnya sangat pribadi) sedang ku garap, dan hasilnya akan kuberikan kepada beberapa orang yang ku anggap penting dalam memberi inspirasi dalam tulisan tersebut. namun, semua masih berada dalam coretan-coretan kasar di folder "tulisan" di komputerku.
agaknya, faktor pendorong yang utama selain diri sendiri adalah lingkungan yang kondusif. ada baiknya kita memang menciptakan lingkungan-lingkungan itu, atau bergabung dengan yang sudah ada. bagi kita yang ingin rajin menulis ada baiknya kita sering-sering bergabung dengan penulis, bagi kita yang pengusaha, ada baiknya sering-sering bergabung dengan lingkunga pengusaha dan seterusnya. ya, harus kita akui bahwa faktor lingkungan memberikan banyak sekali pengaruh dalam pembentukan karakter kita.
ok, tunggu aku ya...
salam
*terima kasih untuk yang sudah mengingatkanku
Kekuatan Pikiran Positif
Semua berawal dari alam pikiran kita, kemudian ia menjelma menjadi kenyataan.
Banyak para ahli, orang-orang bijak bestari, mengatakan bahwa kita harus berhati-hati dengan pikiran kita. Mengapa? karena, pikiran itulah yang akan menentukan nasib kita. kok bisa?
dalam sebuah hadist qudsi Allah berfirman, "Aku adalah berdasarkan persangkaan hambaKu"
beberapa hari yang lalu, saya sempat mengalami sebuah kondisi yang agak menurun (futur) karena beberapa keinginan yang agak tertunda. Syukurnya, pikiran saya berkata, "sudah lupakan yang buruk-buruk, coba untuk tersenyum dan mulai untuk memikirkan hal-hal positif yang akan terjadi"
dan memang luarbiasa, hanya berselang beberapa menit dari perubahan pikiran saya tadi, dari negatif ke positif, langsung saya dapatkan hasilnya.
adalah di toko buku gramedia, saat saya sedang membaca sebuah buku di rak buku-buku bisnis, ada seseorang, yang dari penampilannya saya dapat menebak bahwa beliau adalah seorang eksekutif muda berusia di bawah 30 tahun, datang menyapa saya.
"senang baca ya mas?"
"iya."
"wah, hebat nih masih muda sudah punya kebiasaan membaca."
"ah... biasa aja mas."
"Apa bisnisnya mas?"
wah pertanyaannya langsung ke inti, aku berpikir, dari mana dia tau bahwa aku adalah seorang pelaku bisnis (sedang berusaha melangkah menuju pemiliki bisnis), apa karena aku berdiri, membaca di rak buku-buku bisnis?
"saya sekarang lagi bisnis Jamur Tiram mas?"
"jamur tiram?"
"iya, jamur yang putih, seperti tiram, besarnya sekitar seperti ini (sambil menunjuk ke tanganku)"
"waw, yang sekarang lagi booming 'jamur crispy' itu ya?'
" ya, tapi punya saya ada di lampung dan akan segera saya buka di sini (medan)."
balik aku bertanya,
"kalo mas, apa usahanya?"
"saya distributor beberapa produk"
ia bertanya,
"sering ke sini mas?"
"iya, sering"
"di medan tinggal dimana?"
"masih tinggal bareng teman."
"bisa minta Name Card-nya mas?"
"Hmm, lagi gak bawa mas, kemaren habis (asli emang udah habis dan gak di bawa), tapi kita bisa tukeran no hp"
akhirnya kami saling bertukar no Hp. sebuah catatan penting, kemana-mana mesti bawa kartu nama.
akhirnya kami berpisah.
sebuah pertemuan yang tidak terduga, dan aku yakin jika ini sudah di atur Allah, dan itu semua di mulai dari pikiran yang positif, optimis dan yakin bahwa Allah itu yang mengatur segalanya.
memang bagi sebagian orang ini hanya pertemuan biasa, tapi bagiku, ini pertemuan penting, penting dalam membangun bisnisku ke depan.
salam positif
Banyak para ahli, orang-orang bijak bestari, mengatakan bahwa kita harus berhati-hati dengan pikiran kita. Mengapa? karena, pikiran itulah yang akan menentukan nasib kita. kok bisa?
dalam sebuah hadist qudsi Allah berfirman, "Aku adalah berdasarkan persangkaan hambaKu"
beberapa hari yang lalu, saya sempat mengalami sebuah kondisi yang agak menurun (futur) karena beberapa keinginan yang agak tertunda. Syukurnya, pikiran saya berkata, "sudah lupakan yang buruk-buruk, coba untuk tersenyum dan mulai untuk memikirkan hal-hal positif yang akan terjadi"
dan memang luarbiasa, hanya berselang beberapa menit dari perubahan pikiran saya tadi, dari negatif ke positif, langsung saya dapatkan hasilnya.
adalah di toko buku gramedia, saat saya sedang membaca sebuah buku di rak buku-buku bisnis, ada seseorang, yang dari penampilannya saya dapat menebak bahwa beliau adalah seorang eksekutif muda berusia di bawah 30 tahun, datang menyapa saya.
"senang baca ya mas?"
"iya."
"wah, hebat nih masih muda sudah punya kebiasaan membaca."
"ah... biasa aja mas."
"Apa bisnisnya mas?"
wah pertanyaannya langsung ke inti, aku berpikir, dari mana dia tau bahwa aku adalah seorang pelaku bisnis (sedang berusaha melangkah menuju pemiliki bisnis), apa karena aku berdiri, membaca di rak buku-buku bisnis?
"saya sekarang lagi bisnis Jamur Tiram mas?"
"jamur tiram?"
"iya, jamur yang putih, seperti tiram, besarnya sekitar seperti ini (sambil menunjuk ke tanganku)"
"waw, yang sekarang lagi booming 'jamur crispy' itu ya?'
" ya, tapi punya saya ada di lampung dan akan segera saya buka di sini (medan)."
balik aku bertanya,
"kalo mas, apa usahanya?"
"saya distributor beberapa produk"
ia bertanya,
"sering ke sini mas?"
"iya, sering"
"di medan tinggal dimana?"
"masih tinggal bareng teman."
"bisa minta Name Card-nya mas?"
"Hmm, lagi gak bawa mas, kemaren habis (asli emang udah habis dan gak di bawa), tapi kita bisa tukeran no hp"
akhirnya kami saling bertukar no Hp. sebuah catatan penting, kemana-mana mesti bawa kartu nama.
akhirnya kami berpisah.
sebuah pertemuan yang tidak terduga, dan aku yakin jika ini sudah di atur Allah, dan itu semua di mulai dari pikiran yang positif, optimis dan yakin bahwa Allah itu yang mengatur segalanya.
memang bagi sebagian orang ini hanya pertemuan biasa, tapi bagiku, ini pertemuan penting, penting dalam membangun bisnisku ke depan.
salam positif
Subscribe to:
Posts (Atom)