hari-hari pengusaha

"bisnis tetap berjalan, sementara kita jalan-jalan"

hehe

itu yang sedang kulakukan hari ini, dengan merekrut beberapa orang yang belum punya pekerjaan, namun memiliki semangat untuk bekerja. ku ajak, ku ceritakan mimpi-mimpiku, ku transfer ilmu yang ku miliki, ku bagi rejeki yang ku dapat, satu hal yang ku minta kepada mereka, bahwa,

"Usaha ini, adalah milik kita bersama, mari kita besarkan, kalian mau dapat uang dari sini? kerja sungguh-sungguh, kejar hasil yang maksimal, jika itu terjadi, saya tidak akan menutup mata, kalian akan dapatkan apa-apa yang menjadi hak kalian..."

***

saya bertemu dengan teman kuliah yang kebetulan mampir ke rumahku, ia berkata, "aku heran sama orang-orang yang punya usaha tapi dia yang sibuk ngurusinya sendiri, contohnya seperti pedagang yang punya toko, setiap hari dia jagain, kadang sampe gak libur."

ku katakan, "masing-masing orang kan berbeda, ada yang memang dia suka kerja, dan ada juga yang dia tidak mudah percaya dengan orang lain. jadinya, agak sulit baginya untuk melepaskan usahanya kepada orang lain."

***

aku teringat pesan seorang dosen, "kamu itu punya potensi, tapi kamu harus bikin tim agar potensimu menjadi lebih powerfull"

Dalam beberapa bulan ini, aku sedang membangun tim dibawah bendera AJS Workshop, sebuah usah di bidang budidaya jamur tiram. sampai hari ini sudah ada 4 orang yang bekerja bersama di sini. awalnya aku ragu, bagaimana nanti membayar mereka? tapi, rejeki mereka kan urusan Allah bukan urusanku, aku hanya menyalurkan apa yang menjadi hak mereka saja.

Dan dari 4 orang ini, aku sudah mendapatkan satu figur yang akan menjadi pemimpin keempat orang ini. awalnya aku terjun langsung, memberi arahan, masukan dan sebagainya. dan sudah beberapa hari ini, peran itu ku kurangi, ku biarkan si 'pemimpin' baru untuk mengawasi, memberi arahan dan masukan kepada anggota yang lain. dan kulihat, cukup berhasil.

saatnya aku mulai mengambil peran lain yang lebih menantang. hehe


***

ohya,

jika kita ingin orang-orang kita loyal kepada kita, maka satu hal yang harus kita lakukan adalah kita harus loyal kepada mereka terlebih dahulu.

laki-laki itu jika di beri tanggungjawab yang menantang, egonya akan terpancing untuk menyelesaikan dengan sebaik-baiknya. ada baiknya anda mulai memberikan tantangan-tantangan kepada 'orang-orang' anda...

bersambung....


Tak disengaja

dalam tulisan yang lalu, saya pernah menceritakan sebuah pertemuan yang tidak disengaja dengan seseorang di sebuah toko buku.

tadi, beliau menelpon lagi dan bertanya tentang "dimana posisi?"
kukatakan bahwa aku masih di lampung, menyelesaikan proses transfer tanggung jawab ke manajer produksiku yang baru.

ku tanyakan, "emang ada apa bang?"
"nantilah, kalo sudah di medan.."
"gak ada bocorannya?"
"ya... proyek bagi-bagi rejeki...hehe"


aku berfikir.."wow..luarbiasa"
bagaimana mungkin seorang yang baru saja sekali bertemu, berkenalan dan berbincang dalam beberapa menit, bisa begitu yakin berurusan masalah uang denganku...

aku tetap berpikir positif, bahwa ini bagian dari skenario Allah untukku.

* aku masih membayangkan, sosok yang menegurku di toko buku itu, muda, kelihatan sekali dari pakaiannya ia sudah sukses di usianya yang terpaut mungkin hanya 3 tahun dariku. setelah 3 bulan berlalu, ia masih menghubungiku, tidak sekedar bertegur sapa, namun sudah masuk ke urusan yang jauh lebih serius... masalah UANG

dah lama

seorang teman bertanya, dah lama blog ini tidak di isi (di update)

"sibuk" jawabku...
"satu lagi kurang ada dorongan untuk menulis..."

hehe, memang sudah lama sekali aku tidak menulis, bahkan untuk project pribadikupun tidak ada perubahan yang signifikan.

kasihan orang-orang yang senantiasa datang ke blog ini, sementara informasi yang diharapkannya tidak kunjung berubah.

memang dalam beberapa waktu belakangan ini ada beberapa proyek menulis (yang sifatnya sangat pribadi) sedang ku garap, dan hasilnya akan kuberikan kepada beberapa orang yang ku anggap penting dalam memberi inspirasi dalam tulisan tersebut. namun, semua masih berada dalam coretan-coretan kasar di folder "tulisan" di komputerku.

agaknya, faktor pendorong yang utama selain diri sendiri adalah lingkungan yang kondusif. ada baiknya kita memang menciptakan lingkungan-lingkungan itu, atau bergabung dengan yang sudah ada. bagi kita yang ingin rajin menulis ada baiknya kita sering-sering bergabung dengan penulis, bagi kita yang pengusaha, ada baiknya sering-sering bergabung dengan lingkunga pengusaha dan seterusnya. ya, harus kita akui bahwa faktor lingkungan memberikan banyak sekali pengaruh dalam pembentukan karakter kita.

ok, tunggu aku ya...

salam


*terima kasih untuk yang sudah mengingatkanku